AzabAllah. Umat terdahulu banyak yang dibinasakan Allah Swt, disebabkan dosa-dosa mereka, melawan syariat Allah, sebagaimana firman-Nya, "Di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur" (QS. al-Ankabut: 40), sebagaimana azab yang telah menimpa kaum
Katakanlah Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia." (QS An Naas: 1-6) (Dibaca tiga kali) 3. Dzikir petang dibaca satu kali.
Dosakepada sesama manusia itu lebih berat daripada dosa kepada Allah swt. Allah Maha Pemaaf sehingga dosa kita sangat mudah dihapuskan asalkan kita senantiasa beristighfar dan bertaubat. Namun, dosa atau kesalahan terhadap sesama manusia belum tentu semudah menghapus dosa kepada Allah swt, karena manusia tidak sepemaaf Allah swt.
Coba tanya Mas Ganjar pas nyalon dulu duitnya berapa 600 juta bos dan kita tidak terima dan silakan dipakai untuk jalan-jalan. Toh akhirnya dalam waktu 3,5 bulan diracing pertempuran ditata penuh dipimpin dengan Puan Maharani jadi tuh Ganjar. Loh mau ngomong apa, itu fenomenal," urai Pacul.
Pengampunanyang ditawarkan termasuk juga semua dosa-dosa pribadi yang kita lakukan : * 1 Yohanes 1:9. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Kalau dosa asal/ dosa waris yang diperbuat Adam dapat menjalarkan "natur dosa" ke seluruh manusia.
berikut ini merupakan tahap awal proses perancangan kerajinan kecuali. JAKARTA - Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah mengabarkan tentang dua orang yang beliau lihat disiksa di dalam kuburnya. Kabar Rasulullah ini ditulis Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam kitabnya Ar-Ruh li Ibni Qayyim bab Apa Sebab-Sebab yang Mendatangkan Siksa Bagi Penghuni Kubur. "Karena seorang di antara keduanya berlalu lalang di tengah manusia sambil menyebarkan adu domba dan yang lain tidak bersuci setelah buang air kecil, itu berarti dia meninggalkan taharah diwajibkan," tulis Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Adapun orang yang pertama dapat memprovokasi manusia dengan omongannya sehingga mereka saling bermusuhan, meskipun apa yang diumumkannya itu benar. Ini merupakan peringatan bahwa permusuhan yang muncul di tengah mereka karena perkataan yang dusta berarti siksanya lebih besar lagi. Begitu pula tidak bersuci setelah buang air kecil yang kemudian mendatangkan siksa. Ini merupakan peringatan bahwa, siapa yang meninggalkan kewajiban dan syarat-syarat sahnya sholat akan mendapatkan siksa yang lebih besar, apalagi jika meninggalkan sholat sama sekali. Di dalam hadist Syu'bah disebutkan, "Salah seorang di antara keduanya suka memakan daging manusia." Artinya dia adalah orang yang suka mengghibah dan mengadu domba. Untuk menjelaskan perkara ini, hadist Ibnu Mas'ud ra bisa menjadi rujukan. Hadist itu tentang orang yang dipukul dengan cambuk hingga kuburnya dipenuhi api karena dia pernah mendirikan sholat tanpa bersuci dan melewati orang yang dizalimi tanpa menolongnya. Ada juga hadist di dalam Shahih Al-Bukhari tentang sikap yang ditimpakan kepada seseorang yang membuat suatu kedustaan. Tentang siksa yang ditimpakan kepada seseorang yang membaca Alquran, kemudian dia tidur pada malam hari dan tidak mengamalkannya pada siang hari. Kemudian ada hadist tentang siksa yang ditimpakan kepada para pezina, laki-laki maupun wanita, siksa kepada pemakan riba, dan siksa-siksa lainnya seperti yang disaksikan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam di Barzakh. Disebutkan hadits dari Abu Hurairah ra yang di dalamnya disebutkan kepada orang-orang yang dipukul dengan batu, karena kepala mereka berat melaksanakan sholat, ada pula orang-orang yang memakan daging busuk dan kotor karena zina yang mereka lakukan di dunia. Ada orang-orang yang memotong bibirnya dengan alat pemotong dari besi karena mereka suka menyebar fitnah dalam pidatonya. Telah disebutkan dari hadist Abu Said tentang siksa yang dijatuhkan kepada orang-orang yang melakukan berbagai macam kejahatan. Di antara mereka ada yang perutnya menggelembung sebesar rumah. Mereka berada di jalan para pengikut Firaun Jadi mereka adalah para pemakan riba. Di antara mereka ada yang membuka mulutnya lalu menyebabkan bara api hingga bara itu keluar lagi dari duburnya. Mereka adalah orang orang yang memakan harta anak yatim. Di antara mereka ada wanita yang menggantung pada payudaranya, mereka adalah para wanita berzina. Di antara mereka ada yang memotong daging lambungnya lalu memakannya, mereka adalah orang-orang yang suka menggunjing. Di antara mereka ada yang memiliki kuku dari tembaga, lalu mereka mencakari muka dan dadanya mereka adalah orang yang suka menodai kehormatan manusia. BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini
merupakan kumpulan lirik lagu paling lengkap di Indonesia. Menyajikan data lengkap berupa lirik hingga informasi data terkait lagu tersebut. Kamu dengan mudah menemukan lirik dari lagu yang anda sukai. Website ini menjadi solusi anda para penikmat musik sehingga hari-hari anda tidak akan pernah bosan. Dengan mudah mengikuti music dan mudah menghafalnya. Lirik memudahkan penggemar dalam mendalami makna lagu yang dinyanyikannya. Lirik menjadi salah satu media pengungkapan isi hati saat melantunkannya. Inilah lirik lengkap lagu “Sholawat Burdah”.Maulaa ya shollli wasallim daaiman abadaAlaa habiibika khoiril kholqi kullihimiAmin tadzakkuri jirooni bidzi salamiMazajta dam’an jaroo muqlatin bidamiAm habbatirriihu mintilqooi kaadhzimatinWa auwmadhzol barqu fidz dhzomaai idhzomiYa Robbi bil Musthofa balligh maqoo sidanaaWaghfirlana mamadhzo yaa wa-asi’al karomiDosa-dosa manusia ada ganjar dan siksaDosa anak durhaka Allah balas di duniaRidho Ayah Ibu mu, ridho Allah padamuMurka Ayah Ibu mu, murka Allah padamuMaulaa ya shollli wasallim daaiman abadaAlaa habiibika khoiril kholqi kullihimiYa Robbi bil Musthofa balligh maqoo sidanaaWaghfirlana mamadhzo yaa wa-asi’al karomiLirik Lagu Pilihan Editor Hari IniLirik Lagu Kenanglah Aku NaffLirik Lagu Hanya Satu Persinggahan – Iklim
Capo fret 2 Intro Em.. D Em Em D C Em Em D Maula ya sholli wasallim daiman Abada G D C Em A'la habibika khoiril kholqi kullihimi.. Em D Huwal habibulladzi turja syafa'atuhu G D C Em Likulli haulin minal ahwali muqtahami.. [featuring] Em C C Em Maula ya sholli wasallim daiman Abada Em C C Em A'la habibika khoiril kholqi kullihimi.. Int. Em D C Em Em D dosa-dosa manusia, ada ganjar dan siksa G D C Em dosa anak durhaka, Allah balas di dunia.. Em D ridho ayah ibumu, ridho Allah padamu G D C Em murka ayah ibumu, murka Allah padamu.. Int. Em.. D Em Em D C Em Em D Amin tadzakkuri jironin bidzi salami G D C Em Mаzаjtа dаm'an jаro min muԛlаtіn bіdаmі.. Em D dosa-dosa manusia, ada ganjar dan siksa G D C Em dosa anak durhaka, Allah balas di dunia.. Em D ridho ayah ibumu, ridho Allah padamu G D C Em murka ayah ibumu, murka Allah padamu.. Em D Ya robbi bil Mushthofa balligh maqo shidana G D C Em.. Waghfir lana mamado ya wasi'al karomi.. - ===ORIGINAL CHORD=== - Intro Fm.. E Fm Fm E D Fm Fm E Maula ya sholli wasallim daiman Abada A E D Fm A'la habibika khoiril kholqi kullihimi.. Fm E Huwal habibulladzi turja syafa'atuhu A E D Fm Likulli haulin minal ahwali muqtahami.. [featuring] Fm D D Fm Maula ya sholli wasallim daiman Abada Fm D D Fm A'la habibika khoiril kholqi kullihimi.. Int. Fm E D Fm Fm E dosa-dosa manusia, ada ganjar dan siksa A E D Fm dosa anak durhaka, Allah balas di dunia.. Fm E ridho ayah ibumu, ridho Allah padamu A E D Fm murka ayah ibumu, murka Allah padamu.. Int. Fm.. E Fm Fm E D Fm Fm E Amin tadzakkuri jironin bidzi salami A E D Fm Mаzаjtа dаm'an jаro min muԛlаtіn bіdаmі.. Fm E dosa-dosa manusia, ada ganjar dan siksa A E D Fm dosa anak durhaka, Allah balas di dunia.. Fm E ridho ayah ibumu, ridho Allah padamu A E D Fm murka ayah ibumu, murka Allah padamu.. Fm E Ya robbi bil Mushthofa balligh maqo shidana A E D Fm.. Waghfir lana mamado ya wasi'al karomi.. Chord Wina Assuban - Sholawat Burdah Lihat semua Chord Lagu Religi Islam
DOSA bisa menjerumuskan pada siksa neraka. Dosa bisa menimpa siapa saja, baik lak-laki maupun perempuan. Namun, kaum wanita atau perempuan, patut waspada akan bahaya dosa yang menjerumuskan pada siksa neraka, sebab Rasulullah SAW pernah bersabda “Aku berdiri di atas surga, kebanyakan orang yang masuk ke dalamnya ialah golongan miskin, Sedangkan orang-orang kaya tertahan di luar pintu surga kerana dihisab. Selain itu, ahli neraka diperintahkan masuk ke neraka. Dan, aku telah berdiri di atas pintu neraka, aku melihat kebanyakan orang yang masuk ke dalamnya ialah wanita.” HR. Bukhari-Muslim BACA JUGA Inilah Dosa-dosa yang Dibalas dengan Neraka Pada riwayat yang lain, dari Jabir bin Abdullah, dia berkata “Saya menyaksikan shalat Ied bersama Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam. Beliau memulai dengan shalat sebelum khutbah tanpa azan dan iqamah. Kemudian berdiri bersandar kepada Bilal, dan memerintahkan untuk bertakwa kepada Allah dan menganjurkan kepada ketaatan kepada-Nya dan menasehati manusia serta mengingatkannya. Kemudian beliau berjalan mendatangi para wanita, dan memberikan nasehat kepada mereka dan mengingatkannya. Beliau bersabda Bersedahlah para wanita, karena kebanyakan dari kalian itu menjadi bara api neraka Jahanam.’ Maka ada wanita bangsawan dan kedua pipinya berwarna merah berdiri bertanya, Kenapa wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, Karena kamu semua seringkali mengadu dan mengkufuri suami.’ Berkata Jabir, Maka para wanita memulai bersedekah dan melemparkan gelang, giwang, dan cincinnya ke pakaian Bilal.” HR. Muslim Musimah yang mengetahui hadis ini perlu merenungkannya. Banyak wanita yang masuk neraka karena dosa-dosanya. Kesalahan-kesalahan wanita yang menyebabkannya masuk neraka antara lain, durhala pada suami, tabarruj bersolek berlebihan saat keluar rumah, hingga tidak menutup aurat. Dalam kitab al-Kabair’ karya Imam adz-Dzahabi disebutkan 10 siksa atau hukuman bagi wanita di neraka. Semuanya pedih dan menyakitkan. BACA JUGA Hati-hati, 15 Hal Ini Bisa Dosa di Kepala Wanita 2-Habis Berikut kesepuluh siksa bagi wanita di neraka dan dosa yang menyebabkannya Digantung rambutnya dan otaknya mendidih karena tidak memakai hijab. Digantung lidahnya dan tangannya dikeluarkan dari punggungnya, sedang cairan aspal panas di tuangkan di tenggorokanya, karena menyakiti hati suaminya dengan lidahnya atau kata-kata kotornya. Digantung dengan buah dadanya karena menyusui anak orang lain tanpa seizin suaminya. Diikat kaki dan tanganya karena keluar rumah tanpa izin suaminya dan tidak mandi wajib dari haid dan nifas. Diikat dengan kaki dan tangannya sampai ke ubun-ubun di belit ular dan kalajengking, karena dia mampu untuk salat dan puasa tapi dia tidak mengerjakanya dan tidak mau wudhu dan mandi wajib Memakan badanya sendiri karena bersolek untuk di lihat laki2 lain dan suka membicarakan Aib orang. Menggunting-gunting badanya sendiri karena suka memanjakan diri ingin terkenal dan mempertontonkan perhiasanya di depan orang banyak sehingga tertarik kepadanya. Berkepala babi dan badanya seperti keledai, karena dia suka berdusta dan mengadu domba. Berbentuk anjing dan Api dimasukan dari mulut hingga keluar dari duburnya dan malaikat memukul-mukul kepalanya, karena dia ahli fitnah dan suka marah pada suaminya. Diikat kedua kakinya sampai payudara dan kedua tanganya sampai ke ubun-ubun dan disengati ular dan kalajengking, karena ia telah membiarkan laki-laki lain untuk berzina denganya. Begitulah, betapa dahsyatnya siksa neraka jahanam seperti yang diterangkan dalam hadis Bukhari-Muslim. [] Referensi Dosa-Dosa Besar al-Kabair’/Karya Imam adz-Dzahabi/Penerbit Ummul Qura/Tahun 2014
DOSA ADALAH PENYEBAB HUKUMAN ATAU SIKSAOleh Syaikh Abdulmalik bin Ahmad bin al-Mubarak RamadhaniSegala sesuatu itu berada dalam kekuasaan Allâh dan segala sesuatu yang ada dalam kekuasaan Allâh berjalan sesuai dengan perintah-Nya. Dan semua kesusahan yang menimpa munusia merupakan akibat dari perbuatan mereka sendiri. Allâh Azza wa Jalla itu maha adil lagi bijaksana. Semua manusia hidup dibawah naungan rahmat karena sebab kebaikan yang telah mereka lakukan, atau dibawah adzab akibat dari perbuatan buruk yang telah mereka kerjakan. Ketika seorang hamba itu istiqâmah di atas syariat Allâh, maka kehidupan dunianya akan lurus dan mendatangkan banyak manfaat, bukan madharat, juga dia akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda kelak di akhirat. Allâh akan memudahkan baginya segala bentuk kesulitan, dia akan dilayani oleh yang jauh maupun yang dekat, dan akan terdapat banyak kebaikan pada masyarkatnya, sebagaimana firman Allâh Azza wa Jalla وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَJikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.[Al-A’râf/796]Allâh juga berfirman mengenai Ahli kitabوَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْDan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan hukum Taurat dan Injil dan al-Qur’an yang diturunkan kepada mereka dari Rabbnya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka.[Al-Mâidah/566]Dan tidak ada yang mengurangi menghalangi nikmat tersebut kecuali dosa yang dia lakukan. Allâh Azza wa Jalla berfirmanفَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِMaka masing-masing mereka itu Kami siksa disebabkan dosanya [Al-Ankabût/2940]Allâh juga berfirmanوَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍDan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allâh memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahanmu.[As-Syûrâ/4230]Juga firman-Nyaمَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَApa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allâh, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari kesalahan dirimu sendiri.[An-Nisâ’/479]Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، قَالَ أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ فَقَالَ “ يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلاَّ فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلاَفِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا . وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلاَّ أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَؤُنَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ . وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلاَّ مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ وَلَوْلاَ الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلاَّ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ . وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلاَّ جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْDari Abdillah Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, beliau Radhiyallahu anhuma berkata, “Rasûlullâh Shallallahu alaihi wa sallam mendatangi kami seraya bersabda, “Wahai kaum muhajirin! Ada lima hal jika menimpa kalian, dan aku memohon perlindungan dari Allâh agar lima hal tersebut tidak kalian temukan;Tidaklah perbuatan keji muncul pada suatu kaum kemudian mereka terang-terangan melakukannya kecuali akan tersebar pada mereka penyakit levra dan penyakit-penyakit lainnya yang tidak pernah ada pada orang-orang sebelum mereka mengurangi timbangan dan takaran niscaya mereka akan ditimpa musim kekeringan dan kezhaliman para mereka enggan untuk mengeluarkan zakat harta mereka kecuali Allâh Azza wa Jalla akan enggan untuk menurunkan hujan dari langit, kalau bukan karena hewan ternak, mereka tidak akan mendapatkan pula mereka melanggar janji Allâh dan Rasul-Nya kecuali Allâh akan menjadikan musuh mereka berkuasa atas mereka, musuh yang akan merampas sebagian harta benda yang mereka milikiApabila para pemimpin mereka tidak berhukum dengan kitab Allâh, atau mereka memilah-milah apa yang telah Allâh turunkan, niscaya Allâh akan menghadirkan permusuhan diantara mereka.[1]Beginilah buruknya keadaan akibat dosa, tidaklah terjadi pada suatu kaum kecuali akan mendatangkan keburukan. Musuh akan muncul menghilangkan atau merampas kekayaan dan rezeki- rezeki mereka, merusak kehormantan mereka dan mengekang kebebasan mereka. Mereka akan ditimpa kemungkaran-kemungkaran yang sesuai dengan besarnya dosa yang telah mereka lakukan, kebaikan akan luput dari mereka sebanyak ketaatan yang luput dari mereka. Sungguh Allâh maha bijaksana dalam memberi hukuman, dan kita hanya meminta pertolongan HUKUMAN Hukuman ada dua jenis. Hukuman Jenis Pertama; Hukuman Qadariah Yaitu semua musibah fisik yang menimpa manusia berupa kefakiran, kekeringan, harga yang melambung tinggi, kezhaliman para pemimpin, berkuasanya para musuh, rusaknya harta dan anak-anak, hilangnya ketentraman hidup, gempa bumi, banjir, longsor dan lain-lain, sebagai akibat dari perbuatan dosa yang mereka lakukan, sebagaimana dielaskan oleh Allâh dalam banyak firman-Nya, diantaranya Kefakiran, kekeringan dan kekurangan buah-buahan karena dosa-dosa yang mereka lakukan. Allâh Azza wa Jalla berfirmanوَلَقَدْ أَخَذْنَا آلَ فِرْعَوْنَ بِالسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَDan sesungguhnya Kami telah menghukum Fir’aun dan kaumnya dengan mendatangkan musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran. [Al-A’râf/7130]Adapun banjir, penenggelaman ke dasar bumi, dan yang lainnya, sesuai dengan firman Allâh Azza wa Jallaفَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَMaka masing-masing mereka itu Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allâh sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. [Al-Ankabut/2940]Yang lebih berat dari itu semua adalah mereka dihukum dengan hilangnya keimanan dan hidayah, serta tidak bermanfaatnya ilmu yang dimiliki. Allâh Azza wa Jalla berfirmanوَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَDan begitu pula Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya al-Qur’ân pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat. [Al-An’âm/6110]Dan زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَMaka tatkala mereka berpaling dari kebenaran, Allâh memalingkan hati mereka; dan Allâh tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. [As-Shaf/615]Ibnu Qayyim rahimahullah mengatakan dalam Zâdul Ma’âd, “Barangsiapa memiliki pengetahuan tentang alam ini dan awal mulanya, maka dia akan mengetahui bahwa semua kerusakan yang terjadi di udara, tumbuh-tumbuhan, hewan dan keadaan keluarga, muncul setelah penciptaan yaitu ada dengan sebab yang mengakibatkan hal-hal itu terjadi. Perbuatan bani Adam dan penyelisihan mereka terhadap para rasul akan tetap mendatangkan bagi mereka kerusakan yang bersifat umum dan khusus, akan mendatangkan penyakit, kekeringan, hilangnya berkah bumi, tumbuhan dan buah-buahan. Perkara-perkara ini datang silih berganti. Jika pengetahuanmu belum meliputi ini semua maka cukuplah bagi kamu firman Allâh Azza wa Jalla ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَTelah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allâh merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar. [Ar-Rûm/3041]Terapkan ayat ini dengan keadaan alam ini! Cocokkan ayat ini dengan realita yang terjadi sekarang ini! Kamu akan bisa melihat bagaimana terjadinya penyakit, hama pada buah-buahan, pertanian, hewan ternak, di setiap waktu. Kamu juga akan bisa melihat penyakit yang satu menimbulkan penyakit yang lainnya. Setiap kali manusia melakukan kezhaliman dan kejahatan, Allâh Azza wa Jalla mendatangkan bagi mereka penyakit dan kerusakan pada sumber gizi mereka, buah-buahan, udara, air, badan, bentuk, rupa, dan akhlak mereka, akibat dari perbuatan zhalim mereka. Dahulu biji gandum dan biji-bijian lainnya lebih besar dari yang ada sekarang. Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanadnya, bahwa terdapat disebagian gudang Bani Umayyah karung yang berisi biji gandum sebesar biji kurma tertulis di atasnya seperti inilah yang tumbuh di masa ini beliau rahimahullah sebutkan dalam Musnadnya setelah sebuah hadits yang beliau penyakit dan kerusakan ini merupakan sisa dari adzab yang Allâh Azza wa Jalla timpakan kepada umat terdahulu. Sisa adzab ini diperuntukkan bagi mereka yang terdapat pada mereka perbuatan-perbuatan umat terdahulu sebagai bentuk hukuman, keadilan dan penunaian. Ini telah diisyaratkan oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dengan sabda Beliau Shallallahu alaihi wa رِجْزٍ وَعَذَابٌ أُرْسِلَ عَلَى طَائِفَةٍ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَSesungguhnya dia merupkan sisa dari kotoran atau azab yang dikirimkan kepada Bani IsrailAllâh Azza wa Jalla juga menimpakan angin puting beliung kepada suatu kaum selama tujuh malam dan delapan hari, kemudian Allâh Azza wa Jalla menyisakan sedikit dari hari-hari Azza wa Jalla menjadikan perbuatan baik dan buruk saling berkaitan dengan akibatnya. Tidak mau melakukan kebaikan, tidak mengeluarkan zakat atau sedekah merupkan sebab hujan tidak turun dari langit yang menyebabkan kekeringan dan pacekelik. Allâh Azza wa Jalla juga menjadikan perbuatan zhalim terhadap orang-orang miskin, curang dalam timbangan dan takaran, serta sikap semena-mena terhadap orang lemah, sebagai sebab timbulnya kezhaliman para pemimpin. Para pemimpin yang tidak memiliki rasa iba dan kasih sayang, pada hakikatnya merupakan hasil dari perbuatan rakyat yang muncul dalam bentuk para pemimpin. Terkadang juga dalam bentuk penyakit yang merata, atau rasa sedih, dan kebingungan yang mendera jiwa, dan tidak lepas darinya. Terkadang juga dalam bentuk terhalangnya berkah dari langit dan yang berakal akan memandang setiap penjuru alam ini untuk menyaksikan dan melihat keadilan dan kebijaksanaan Allâh Azza wa Jalla, sehingga dengan itu dia akan tahu bahwa para Rasul dan pengikutnya berada dalam jalan keselamatan. Adapun selain mereka, maka mereka berada di atas jalan kebinasaan, menuju tempat kebinasaan, Allâh maha mampu melakukan segala urusan, tidak ada yang bisa membantah hukum yang telah ditetapkan-Nya, dan tidak ada yang mampu menolak perintah-Nya, dan hanya kepada Allâh meminta taufik.”. Selesai perkataan Ibnul Qayyim. 2. Hukuman Jenis Kedua Hukuman Syar’i Yaitu Allâh mengharamkan kepada mereka apa yang telah dihalalkan. Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirmanوَعَلَى الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا كُلَّ ذِي ظُفُرٍ ۖ وَمِنَ الْبَقَرِ وَالْغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُومَهُمَا إِلَّا مَا حَمَلَتْ ظُهُورُهُمَا أَوِ الْحَوَايَا أَوْ مَا اخْتَلَطَ بِعَظْمٍ ۚ ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِبَغْيِهِمْ ۖ وَإِنَّا لَصَادِقُونَDan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar. [Al-An’am/6146]Allâh mengabarkan bahwa Dia mengharamkan kepada mereka beberapa hal dikarenakan kezhaliman dan sikap melampaui batasa mereka. Diharamkan kepada mereka setiap hewan berkuku seperti unta dan semisalnya, Allâh juga mengharamkan lemak sapi dan kambing kecuali yang menempel pada punggung, usus, dan juga kisah Bani Israil yang mempersulit diri mereka ketika diperintahkan untuk menyembelih sapi betina sebagaimana disebutkan dalam surat al-Baqarah. Allâh Azza wa Jalla memerintahkan mereka untuk menyembelih sapi manapun yang mudah mereka dapatkan, akan tetapi mereka membangkang perintah Allâh Azza wa Jalla dengan melontarkan banyak pertanyaan yang akhirnya mempersulit mereka. Ibnu Abbâs Radhiyallahu anhuma berkata, “Seandainya mereka mengambil sapi yang paling mudah bagi mereka, niscaya itu sudah cukup. Akan tetapi mereka mempersulit diri mereka sehingga Allâh Azza wa Jalla mempersulit mereka.” Ini diriwayatkan oleh Ibnu jarir dalam Allâh Azza wa Jalla menimpakan kepada mereka belenggu dan beban dengan cara mempersulit sifat sapi yang diperintahkan untuk disembelih disebabkan karena dosa pembangkangan mereka terhadap perintah Allâh Azza wa Jalla.[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 06/Tahun XVIII/1436H/2014M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079] ______ Footnote [1] Dikeluarkan oleh Ibnu Mâjah dan dishahihkan oleh Imam al-Albani rahimahullah Home /A7. Hikmah Dibalik Musibah/Dosa Adalah Penyebab Hukuman...
dosa dosa manusia ada ganjar dan siksa